Cara Kerja Malaikat Maut Mencabut Nyawa (Ulasan Detil)

Kematian akan dialami seseorang apabila ruhnya (nyawa) terpisah dari raganya setelah dicabut oleh malaikat maut, yaitu Izrail. Malaikat Izrail ditugasi oleh Allah untuk mencabut nyawa semua makhluk yang bernyawa, baik berupa manusia, binatang, jin, iblis, bahkan juga malaikat. Semua makhluk akan mengalami kematian, karena hanyalah Allah yang Maha Kekal. Dalam hal ini, Allah menjelaskan, "Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan." (QS Ar Rahman: 27)


Cara Kerja Maikat Maut dalam Mencabut Nyawa

Terdapat suatu keterangan dalam kitab As Suluk dari Muqatil Sulaiman, bahwasannya malaikat maut itu memiliki ranjang di langit yang dikatakan berada di langit tingkat empat yang dijadikan oleh Allah dari cahaya.

Malaikat maut memiliki 70.000 kaki dan 4.000 sayap. Bentuk kaki dan sayapnya hanya Allah yang tahu. Seluruh tubuh malaikat maut tersebut penuh dengan mata-mata yang tajam. Tidak seorang pun makhluk di muka bumi yang lepas dari pengawasannya. Dan jumlah wajah, mata, telinga, dan tangan malaikat maut sama dengan jumlah umat manusia.

Dijelaskan pula dalam kitab itu, bahwa malaikat maut itu berwajah empat, yang pertama wajahnya berada di muka, yang kedua terletak di bagian kepalanya, yang ketiga berada di punggungnya, dan yang keempat berada di bawah kedua telapak kakinya.

Jika ia mencabut nyawa para nabi dan para malaikat, ia menghadap dari wajah kepalanya. Bila mengambil nyawa dari orang-orang mukmin, dari wajah yang berada di muka, dan bagi orang-orang kafir malaikat maut mengambil nyawa dari wajah punggungnya, dan untuk mengambil nyawa para jin dari wajah yang berada di telapak kakinya.

Ruh Menjawab

Selanjutnya apa jawaban ruh saat malaikat maut mencabutnya dari jasad seseorang? Sewaktu malaikat maut bekerja mencabut nyawa dari seorang mukmin, maka berkatalah ruh, "aku (ruh) tidak akan ikut selagi engkau belum diperintahkan untuk urusan itu." Lalu ruh menuntut tanda-tanda sambil berkata, "Sesungguhnya Tuhanku telah menjadikan aku dan memasukkan aku ke dalam tubuhku, dan pada waktu itu engkau tidak ada." Adapun sekarang engkau akan mengambil aku. Maka kembalilah kepada Allah. Lalu Allah berfirman, "Apakah kamu telah mencabut ruh dari seorang hamba-Ku?" Malaikat maut menjawab, "Ya Allah, bahwasannya hamba-Mu berkata seperti itu dan ia menuntut tanda-tanda kepadaku."

Allah berfirman lagi, "Sungguh benar ruh hamba-Ku itu, wahai malakul maut, pergilah sekarang kamu ke surga, ambillah tuffah dan itulah tanda-tanda-Ku." Malaikat maut lalu berangkat ke surga dan mengambil tuffah  yang di atasnya tertulis bismillahirrahmanirrahim. Setelah tuffah itu diperlihatkan oleh malaikat maut kepada ruh tadi, maka keluarlah ruh itu secepat kilat. Demikianlah cara Allah mengambil ruh orang yang mukmin.

Anggota Badan Menjawab

Di samping itu telah disebutkan dalam suatu riwayat mengenai jawaban anggota badan sewaktu dicabut nyawanya oleh malaikat maut. Jika Allah hendak mencabut ruh seorang hamba di muka bumi, maka datanglah malaikat maut di sisi mulut untuk mencabut ruh seorang hamba lewat mulutnya. Maka keluarlah dari mulut itu ucapan-ucapan zikir dan ia mengatakan, "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini."

Lalu malaikat maut kembali dan menghadap Allah melaporkan kejadian seorang hamba yang hendak dicabut ruhnya. Lalu Allah memerintahkan, "Cabutlah dari arah yang lain!"

Lalu malakul maut mendatangi si fulan tadi dari sisi tangannya, namun dari arah itu keluar sedekah dan berkata, "Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut nyawa, karena tanganku senantiasa aku gunakan untuk bersedekah, mengelus-elus anak yatim, serta menyantuninya."

Kemudian malaikat maut mendatangi lagi kepada orang itu dari arah kaki, dan kaki itu pun berkata, "Tidak ada jalan bagimu dari arahku ini, sebab ia berjalan denganku untuk berjamaah shalat di masjid serta untuk mendatangi majelis-majelis taklim dan sebagainya."

Selanjutnya malakul maut mendatangi ke bagian telinga, maka telinga itu mengatakan, "Tiada jalan bagimu mencabut ruh dari arahku ini, sebab ia mendengarkan Al Quran, mendengar suara adzan, zikir-zikir, dan sebagainya."

Lalu malaikat maut mendatangi anggota yang lain, yaitu kedua mata. Maka kedua mata pun berkata kepadanya, "Tidak ada jelan untuk mencabut nyawa dari arah ini, sebab ia melihat Al Quran dengan aku, wajah-wajah para alim ulama, dan sebagainya." Lalu malakul maut menghadap Allah untuk melaporkan hal itu.

Mendengar laporan dari malaikat maut (padahal Allah sudah mengetahuinya), maka Allah memberikan jawaban, "Hai malakul maut, gantungkanlah namaKu pada tapak tanganmu, dan perlihatkan kepada ruh hamba-Ku hingga ia melihatnya sendiri!"

Kemudian malaikat maut pergi dan menulis nama Allah pada tapak tangannya, kemudian ia perlihatkan kepada ruh seorang hamba tadi. Maka keluarlah ruh tersebut lantaran ditunjukkan asma Allah itu. Wallahu a'lam.

2 comments: